Rabu, 14 Oktober 2009

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.     Pengertian Ilmu Kalam

1.      Ilmu kalam menurut Musthofa Abdul Razaq

إن هذا العلم يعتمد على البراهين العقلية فيما يتعلق بالعقائد الإيمانية أي البحث في العقائد الإسلامية اعتمادا على العقل

Ilmu ini(ilmu kalam) yang berkaitan dengan aqidah imani ini sesungguhnya di atas argumentasi-argumentasi rasional, atau ilmu yang berkaitan ilmu yang berkaitan dengan kaidah islami ini bertolak atas bantuan nalar.

 

2.      Ilmu kalam menurut Al Farabi

اَلْكَلاَمُ عِلْمٌ يَبْحَثُ فِيْهِ عَنْ ذَاتِ اللهِ تَعَالَى وَ صِفَاتِهِ وَ أَحْوَالِ اَلْمُمْكَنَاتِ مِنَ المَبْدَاءِ وَ المَعَادِ عَلَى قَانُوْنِ الإِسْلاَمِ وَ القَيْدِ الأَخِيْرِ لِإِخْرَاجِ العِلْمِ الإِلَهِيِّ لِلْفِلاَسِفَةِ...

Ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang membahas dzat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang munkin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin islam. Stressing akhirnya adalah memproduksi ilmu ketuhanan secara filosofis.

 

3.      Ilmu kalam menurut Ibnu Khaldun

هُوَ عِلْمُ يَتَخَمَّنُ الحُجَّاجَ عَنِ الْعَقَائِدِ الإِِيْمَانِيَّةِ بِالأَدَلَّةِ الْعَقْلِيَّةِ

Ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang mengandung argumentasi tentang aqidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional.

 

Apabila memperhatikan definisi ilmu kalam di atas, dapat disimpulkan bahwa ilmu kalam adalh ilmu yang membahas berbagai masalah ketuhanan dengan menggunakan argumentasi logika atau filsafat, secara teoritis aliran salaf tidak dapat di masukkan ke dalam aliran ilmu kalam, sebab aliran ini(aliran salaf) dalam masalah-masalah ketuhanan tidak menggunakan argumentasi filsafat atau logika. Aliran ini cukup dimasukkan ke dalam aliran ilmu tauhid atau ilmu ushuluddin atau fiqhul akbar.

 

B.     Nama-nama Lain dari Ilmu Kalam

Ilmu kalam dapat disebut dengan beberapa nama, antara lain :

1.      Ilmu Ushuluddin

Ilmu yang membahas tentang pokok-pokok agama.

 

2.      Ilmu Tauhid

Ilmu yang membahas tentang keesaan Allah swt dan di dalamnya juga mengkaji tentang asma’(nama-nama) dan af’al(perbuatan-perbuatan) Allah yang wajib, mustahil, dan jaiz, juga sifat yang wajib, mustahil dan jaiz bagi rasul-Nya. Ilmu tauhid sendiri sebenarnya membahas keesaan Allah swt dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya.

 

3.      Fiqh al Akbar (  فقه الأكبر )

Abu Hanifah menyebut ilmu kalam ini dengan fiqh al akbar, menurut presepsinya, hukum islam yang dikenal dengan istilah fiqh terbagi atas dua bagian, yaitu Fiqh al Akbar yang membahas keyakinan atau pokok-pokok agama (ilmu tauhid), dan Fiqh al Ashghar yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah muamalah, bukan pokok-pokok agama, tetapi hanya cabang saja.

 

4.      Teologi Islam

Reese mengatakan teologi merupakan disiplin ilmu yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan.

 

C.     Obyek Ilmu Kalam

1.      Tuhan, hakekat dan sifat-sifatnya, serta hubungannya dengan manusia dan alam semesta.

2.      Fakta-fakta dan gejala-gejala agama(pengetahuan tentang agama)

 

D.     Metode dan Sumber-sumber Ilmu Kalam

1.      Al Quran

Sebagai sumber ilmu kalam, al Quran benyak menyinggung hal-hal yang berkaitan dengan masalah ketuhan, diantaranya adalah :

A.     Q.S. al Ikhlas (112) : 3-4

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,(3)Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.(4)

Ayat ini menunjukkan bahwa tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang tampak sekutu(sejajar) dengan-Nya.

 

B.     Q.S. asy Syura (42) : 7

Demikianlah kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. segolongan masuk surga, dan segolongan masuk jahannam.(7)

 Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menyerupai apaun di dunia ini, Ia maha Mendengar dan maha Mengetahui.

 

C.     Q.S. al Furqan (25) : 59

 Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) yang Maha pemurah, Maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.(59) 

Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan yang maha penyayang bertahta di atas ‘Arsy’ Ia pencipta langit, bumi, dan semua yang ada di antara keduanya.

 

 

2.      Hadits

Hadits Nbi saw pun banyak membicarakan masalh-masalah yang membahas ilmu kalam. Ada beberapa hadits yang kemudian dipahami sebagian ulama sebagai prediksi Nabi mengenai kemunculan berbagai golongan ilmu kalam, diantaranya adalah :

 

Hadits yang dari Abdullah bin Umar. Ia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda “Akan menimpa umatku apa yang menimpa bani israil. Bani israil telah terpecah belah menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka, kecuali satu golongan saja”.”Siapa mereka itu wahai rasulullah?”tanya para sahabat, rsulullah menjawab “mereka adalah yang mengikuti jejakku dan sahabt-sahabtku”

 

Keberadaan hadits yang berkaitan dengan perpecahan umat seperti tersebut di atas, pada dasrnya merupakan prediksi Nabi dengan melihat yang tersimpan di dalam hati para sahabatnya. Hadits tersebut dimaksudkan sebagai peringatan bagi para sahabat dan uamt nabi tentang bahayanya perpecahan dan pentingnya persatuan.

 

3.      Pemikiran Manusia

Bentuk kongkret penggunaan pemikiran islam sebagai sumber ilmu kalam adalh ijtihad yang dilakukan para mutakallim dalam persoalan-persoalan tertentu yang tidak ada penjelasannya dalam al quran dan hadits.

 

4.      Insting

Kepercayaan adanya tuhan telah berkembang sejak adanya manusia pertama, dan keberadaan mitos merupakan asal usul agama dikalangan orang primitif yang menybabkan timbulnya animisme dan atau dinamisme.

 

BAB III

PENUTUP

 

A.     Kesimpulan

1.      Ilmu kalam adalah ilmu yang membahas berbagai masalah ketuhanan dengan menggunakan argumentasi logika/filsafat.

2.      Ilmu kalam disebut juga ilmu ushuluddin, ilmu tauhid, fiqh al akbar, dan teologi islam.

3.      obyek ilmu kalam adalah semua tentang Tuhan dan agama.

4.      Sumber-sumber ilmu kalam meliputi: al Quran, hadits, pemikiran manusia, dan insting.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anwar, Rosihon.2007.Ilmu Kalam.Bandung: Pustaka Setia

Ghurabi.al Tarikh al Farq al Islamiyah Wa Nasatu Ilmu Kalam Inda al Muslimin.Mesir: Maktabah Muhammad Ali Shabih Wa auladuh

Sahal, Muktafi dkk.1999.Teologi Islam Modern.Surabaya: Gita Media press


Makalah ini disusun oleh Dhani F.A. dan Hidayatul W. guna memenuhi tugas mata kuliah ilmu kalam smt I Jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Usuhluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya t.a. 2008/2009

Jumat, 04 September 2009

Contoh Cover 2

Cabang-cabang Ilmu Filsafat
‎(Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi)‎


Makalah
Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Filsafat




Oleh:‎

Dhani F.A.
NIM. E3120xxxx‎


Dosen Pengampu :‎
Drs.Tasmuji,M.Ag‎
NIP. 150xxxxxx‎



JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
‎2008

Nb. Nama pembuat makalah diberi garis bawah untuk memisahkannya antara NIM. begitu pula pada nama dosen pengampu.



Contoh Cover Makalah

Pengantar Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya ‎Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial Dasar(ISD)‎

Makalah ‎
‎ Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah IAD, IBD, dan ISD







‎1.‎ Dhani F.A.                           NIM. E3120xxxx‎
‎2.‎ Hidayatul W.                      NIM. E3220xxxx‎



Dosen Pengampu :‎
Drs.H.Hamzah Tualeka Zn,M.Ag
NIP. 150xxxxxx‎



JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
‎2008


Nb. Nama pembuat makalah ditulis lengkap & pada nama dosen pengampu diberi garis bawah untuk memisahkan antara NIP. dan nama dosen





Pengantar Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya ‎Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial Dasar(ISD)‎

Makalah ini dibuat oleh Dhani F.A. dan Hidayatul Wahidah guna memenuhi tugas mata kuliah IAD, IBD, dan ISD pada jurusan Perbandingan Agama semester I t.a. 2008/2009

BAB I
PENDAHULUAN


A.‎ Latar Belakang Masalah
Saat ini, banyak sekali orang yang kurang mengerti dengan Ilmu Alamiah ‎Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial Dasar(ISD), padahal Ilmu ‎Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial Dasar(ISD) ‎merupakan ilmu yang sangat penting yang banyak membahas tentang hubungan ‎manusia dengan alam(IAD),produk/karya(cipta, rasa, karsa) manusia – ekspresi ‎manusia(IBD), hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan ‎lingkungannya(ISD).‎
Di sampning itu, makalh ini kami tujukan untuk melenkapai tugas makalah ‎mata kuliah ilmu kalam I.‎

B.‎ Rumusan Masalah
‎1.‎ Apa pengertian Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan ‎Ilmu Sosial Dasar(ISD) ?‎
‎2.‎ Apa tujuan Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan Ilmu ‎Sosial Dasar(ISD) ?‎
‎3.‎ Apa ruang lingkup Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan ‎Ilmu Sosial Dasar(ISD) ?‎
‎4.‎ Apa urgensi Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan Ilmu ‎Sosial Dasar(ISD) ?‎

C.‎ Tujuan
‎1.‎ Untuk mengatahui pegertian dari Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya ‎Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial Dasar(ISD).‎
‎2.‎ Untuk mengetahui tujuan Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya ‎Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial Dasar(ISD).‎
‎3.‎ Untuk mengetahui ruang lingkup Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya ‎Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial Dasar(ISD).‎
‎4.‎ Untuk mengetahui urgensi Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya ‎Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial Dasar(ISD).‎


BAB II
PEMBAHASAN


A.‎ Pengertian Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial ‎Dasar(ISD)‎

1.‎ Pengertian Ilmu Alamiah Dasar(IAD)‎
Ilmu alamiah dasar(IAD) adalah suatu program pembelajaran baru yang ‎dikembangkan di perguruan tinggi. Pengembangan nya bersifat dinamis yang dapat ‎mendukung perkembangan teknologi yang pada akhirnya mampu meningkatkan ‎kesejahteraan manusia, namun jika ilmu itu tidak darahkan pemanfaatannya justru ‎akan merugikan manusia, bahkan bias menghancurkan peradaban manusia itu ‎sendiri. ‎
Dalam al Quaran surat Yunus ayat 10 Allah swt berfirman:‎

.......(ditulis arabnya).......

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam ‎enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. ‎tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) ‎yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu ‎tidak mengambil pelajaran? (Q.S. Yunus 3)‎


2.‎ Pengertian Ilmu Budaya Dasar(IBD)‎
Ilmu budaya dasar(IBD) adalah suatu ilmu yang diberikan sebagai ‎pelengkap pembentukan sarjana paripurna, yang mampu memecahkan persoalan ‎yang timbul dalam lingkungan masyarakat yang merupakan unsur penting dalam ‎proses pembangunan suatu bangsa.‎


3.‎ Pengertian Ilmu Sosial Dasar(ISD)‎
Ilmu social dasar(ISD) adalah suatu program pembelajaran baru yang ‎dikembangkan di perguruan tinggi. Pengembangan ISD ini sejalan dengan realisasi ‎perkembangan ide dan pembaruan system pendidikan yang bersifat dinamis dan ‎inovatif. ISD ini dipergunakan dalam pendekatan sekaligus sebagai sarana jalan ‎keluar untuk mencari pemecahan masalah social yang berkembang dalam kehidupan ‎masyarakat.‎
Dalam al Quran surat al Hujurat ayat 13 Allah swt berfirman:‎

.......(ditulis arabnya).......

Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan ‎seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku ‎supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia ‎diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. ‎Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.(Q.S. al Hujurat 13)‎

B.‎ Tujuan Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial ‎Dasar(ISD)‎

1.‎ Tujuan ilmu alamiah dasar(IAD)‎
Tujuan umum ilmua alamiah dasar(IAD) adalah untuk memecahkan ‎masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin ‎dihadapi manusia, dengan kata lain untuk menguasai, mengendaliakan, serta ‎memanfaatkan alam. ‎


2.‎ Tujuan Ilmu Budaya Dasar(IBD)‎
Tujuan umum ilmu budaya dasar(IBD) ialah mengembangkan ‎kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan berpikirnya, baik yang ‎menyangkut diri sendiri maupun yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya.‎


Untuk menjangkau tujuan tersebut, ilmu budaya dasar(IBD) diharapkan ‎dapat:‎
a.‎ Menajamkan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga ‎mereka mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, ‎utamanya untuk kepentingan profesi mereka.‎
b.‎ Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan ‎mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan ‎daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut ‎kebudayaan dan budaya.‎
c.‎ Mengusahakan agar para mahasiswa, contoh pemimpin bangsa dan ahli di ‎bidang masing-masing, tidak jatuh dalam sifat-sifat kedaerahan dan ‎pengotaan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi kerena ruang lingkup ‎pendidikan kita sangat sempit dan cenderung menghasilkan manusia ‎spesialis yang berpandangan kurang luas, mata kuliah ini berusaha ‎menambah kemampuan mahasiswa untuk menaggapi nilai-nilai dan ‎masalah dalam masyarakat lingkungan mereka khususnya dan masalah ‎serta nilai umumnya tanpa terlalu terikat oleh disiplin ilmu mereka.‎
d.‎ Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi kita agar mereka ‎mampu berdialog satu dan lainnya. Dengan memiliki bekal yang sama, ‎para akademisi diharapkan lebih lancer dalam berkomunikasi, kalau cara ‎berkomunikasinya sudah baik, langkah selanjutnya adalah memperlancar ‎pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang keahlian. Meskipun ‎penting, spesialisasi yang terlalu sempit membuat dunia seorang sarjana ‎menjadi semakin sempit. Masyarakat yang percaya terhadap pentingnya ‎modernisasi tidak dapat dimanfaatkan secara penuh sarjana seperti itu ‎sebab proses modernisasi memerlukan orang yang berpandangan luas.‎

Sesuai dengan materi yang disajikan dalam makalah ini, maka tujuan ilmu ‎budaya dasar(IBD) secarah keseluruhan ialah:‎
a.‎ Mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang ilmu budaya ‎dasar(IBD).‎
b.‎ Mahasiswa mengetahui dan memahami arti kasih saying, kemesraan, dan ‎pemujaan.‎
c.‎ Mahasiswa mengetahui dan memahami arti keindahan.‎
d.‎ Mahasiswa mengetahui dan memahami arti penderitaan.‎
e.‎ Mahasiswa mengetahui dan memahami arti keadilan bagi kehidupan ‎manusia.‎
f.‎ Mahasiswa mengetahui dan memahami arti pandangan hidup.‎
g.‎ Mahasiswa mengetahui dan memahami arti tanggung jawab bagi ‎kehidupan manusia.‎
h.‎ Mahasiswa dapat mengetahui tentang seluk beluk kegelisahan ‎hubunganya dengan kehidupan manusia.‎
i.‎ Mahasiswa mengetahui seluk-beluk harapan dalam kehidupan.‎

Dapat diperinci secara singkat bahwa tujuan ilmu budaya dasar(IBD) ‎ialah:‎
a.‎ Menjadikan mahasiswa lebih peka dan terbuka terhadap masalah ‎kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap ‎masalah-masalah tersebut.‎
b.‎ Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang ada dalam kehidupan ‎masyarakat, hormat-menghormati serta memiliki simpati pada nilai-nilai ‎lain yang hidup pada masyarakat.‎
c.‎ Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan daya ‎kebudayaan.‎
d.‎ Menambah kemampuan mahasiswa untuk menaggapi masalah nilai ‎budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa harus terpikat oleh ‎disiplin mereka.‎
e.‎ Mahasiswa mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang ‎membangun.‎
f.‎ Memenuhi tuntunan dari Tridarma perguruan tinggi, khususnya darma ‎pendidikan.‎

3.‎ Tujuan Ilmu Sosial Dasar(ISD)‎
Tujuan dari ilmu social dasar(ISD) adalah untuk mencari pemecahan ‎masalah kemasyarakatan melalui interdisipliner maupun multidisipliner ilmu-ilmu ‎social.‎

C.‎ Ruang Linkup dan Urgensi Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), ‎dan Ilmu Sosial Dasar(ISD)‎

1.‎ Ruang Lingkup dan Urgensi Ilmu Alamiah Dasar(IAD)
a.‎ Ruang Lingkup Ilmu Alamiah Dasar(IAD):‎
‎1)‎ Kelahiran alam semesta
‎2)‎ Tata surya
‎3)‎ Bumi
‎4)‎ Perkembagan variebilitas makhluk hidup
‎5)‎ Asal mula kehidupan di bumi

b.‎ Urgensi Ilmu Alamiah Dasar(IAD)‎
Untuk mengetahui hukum alam beserta keteraturannya, untuk ‎mengetahui cikal bakal ilmu alam, untuk mengetahui perkembangan ilmu ‎alam. Dan pada akhirnya manusia dapat memanfaatkan alam semaksimal ‎mungkin dan melestarikannya.‎

2.‎ Ruang Lingkup dan Urgensi Ilmu Budaya Dasar(IBD)‎
Bertitik tolak dari kerangka tujuan, ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu ‎budaya dasar(IBD) meliputi:‎
a.‎ Berbagai aspek kehidupan yang mengunkapkan masalah kemanusiaan ‎dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan ‎budaya(the humanities), baik dari segi keahlian(disiplin) di dalam ‎pengetahuan budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam ‎pengetahuan budaya.‎
b.‎ Hakikat manusia yang satu atau universal, tetapi perwujudannya dalam ‎kebudayaan setiap zaman dan tempat. Dalam menghadapi lingkungan ‎alam, sosial, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-‎kesamaan, tetapi juga ketidakseragaman, sebagaimana ekspresinya dalam ‎berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, dan tingkah laku.‎

Dengan menilik kedua masalah pokok di atas, tampaklah bahwa mnusia ‎menempati posisi sentral dalam pengkajian, manusia tidak saja sebagai subyek, ‎melainkan sekaligus sebagai obyek pengkajian, bagaimana hubungan manusia ‎dengan alam, sesama manusia, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana ‎pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral dalam ilmu budaya ‎dasar(IBD).‎
Kedua masalah pokok tersebut, masih memerlukan penjabaran lebuh ‎lanjut, rumusan masalah yang akan dikaji dalam limu budaya dasar(IBD) ‎diformasikan ke dalam suatu tema, yaitu manusia sebagai makhluk budaya, tema ini ‎dikembangkan lebih lanjut dalam beberapa pokok bahsan, yaitu:‎
a.‎ Latar belakang ilmu budaya dasar(IBD)‎
b.‎ Konsepsi ilmu budaya dasar(IBD) dalam kesusastraan, seni rupa, dan seni ‎musik
c.‎ Ilmu budaya dasar(IBD) dalam agama
d.‎ Ilmu budaya dasar(IBD) dalam filsafat
e.‎ Ilmu budaya dasar(IBD) dalam keindahan
f.‎ Ilmu budaya dasar(IBD) dalam hubungan manusia dan cinta kasih, ‎penderitaan, dan keadilan
g.‎ Manusia dan pandangan hidup
h.‎ Manusia dan tanggung jawab
i.‎ Manusia dan kegelisahan, ketentraman
j.‎ Manusia dan harapan

Dari pengembangan masalah tersebut, tampak orientasi bahwa dalam ‎ilmu budaya dasar(IBD) tidak terlepas dari masalah masalah manusia dan ‎kebudayaannya.‎
Kesepuluh pokok bahasan di atas pada dasarnya termasuk karya yang ‎mencangkup dalam pengetahuan budaya(the humanities), sebagaimana telah ‎dikemukakan, semua okok bahasan itu ditujukan untuk mendekati masalah yang ‎akan dikaji dalam ilmu budaya dasar(IBD), baik secara sendiri-sendiri maupun ‎gabungan antar bidang, perwujudan cinta kasih, misalnya, terdapat dalam karya ‎sasra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya, yang semuanya ‎merupakan benda-benda budaya. Untuk itu, pokok bahasan mengenai manusia dan ‎cinta ksih dapat didekati dengan menggunakan karya-karya tersebut.‎
Dengan penyusunan semacam itu, mahasiswa diharapkan lebih mudah ‎mengidentifikasi dirinya dengan masalah yang didiskusikan sesuai dengan ‎pengalaman hidup manusia.‎



3.‎ Ruang Lingkup dan Urgensi Ilmu Sosial Dasar(ISD)‎
Berpangkal pada tujuan di atas, ada 2 masalah yang dapat dipakai sebagai ‎bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah ilmu ‎sosial dasar(ISD), yaitu:‎
a.‎ Ada berbagai aspek pada kenyataan yang merupakan suatu masalah ‎sosial. Biasanya, masalah sosial dapat ditanggapi dengan pendekatan ‎yang berbeda-beda pula, baik sebagi pendekatan tersendiri, maupun ‎gabungan(antar bidang).‎
b.‎ Adanya berbagai golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang ‎masing-masing mempuyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola ‎pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri, tetapi memiliki banyaknya ‎persamaan yang menyebabkan adanya pertentangan maupun hubungan-‎hubungan setia kawan dan kerja sama dalam masyarakat itu.‎

Berdasarkan ruang lingkup kajian tersebut, masih diperlukan penjabaran ‎lebih lanjut untuk bisa dioperasionalkan, yaitu dalam beberapa pokok ‎bahasan/urgensi-urgensi dan sub pokok bahasan.‎
Berdasarkan konsorsium antar bidang, perkuliahan ilmu sosial dasar(ISD) ‎dibagi dalam delapan poko bahasan, sehingga mahasiswa diharapkan:‎
a.‎ Mempelajari dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan ‎dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.‎
b.‎ Mempelajari dan menyadari adnya masalah-masalah individu, keluarga, ‎dan masyarakat.‎
c.‎ Mempelajari hubungan antara warga negara dan negara.‎

BAB III
PENUTUP


A.‎ Kesimpulan
‎1.‎ Ilmu alamiah dasar(IAD) adalah ilmu yang membahas hubungan manusia ‎dengan alam.‎
‎2.‎ Ilmu budaya dasar(IBD) adalah ilmu yang membahas produk/karya(cipta, ‎rasa, karsa) manusia.‎
‎3.‎ Ilmu sosial dasar(ISD) adalah ilmu yang membahas hubungan manusia ‎dengan manusia serta manusia dengan lingkungan.‎
‎4.‎ Tujuan Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial ‎Dasar(ISD) adalah agar manusia lebih mudah dalam menjalani kehidupan di ‎dunia(alam) ini.‎
‎5.‎ Ruang lingkup ilmu alamiah dasar(IAD) adalah alam semesta.‎
‎6.‎ Ruang lingkup ilmu budaya dasar(IBD) adalah produk/karya manusia.‎
‎7.‎ Ruang lingkup ilmu sosial dasar(ISD) adalah manusia dan lingkungannya.‎

B.‎ Saran
‎1.‎ Diharapkan mahasiswa yang maupun masyarakat luas yang telah memahami ‎Ilmu Alamiah Dasar(IAD), Ilmu Budaya Dasar(ISD), dan Ilmu Sosial ‎Dasar(ISD) untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.‎

DAFTAR PUSTAKA

Mawardi dkk.2007.Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Sosial ‎Dasar(IAD – IBD – ISD).Bandung: Pustaka Setia‎
Yahya, Harun.2003.Penciptaan Alam Raya.Bandung: Cikutra‎
Abdalati, Hammudah.1986.Islam Suatu Kepastian.Riyadh: National Offset ‎Printing Press

Logo/lambang Himpunan Mahasiswa Jurusan Perbandingan Agama (HMJ - PA) IAIN Sunan Ampel Surabaya

Kamis, 03 September 2009

Contoh Kata Pengantar Makalah (MSI - PA smt. I t.a. 2008/2009)

Kata Pengantar

          Segala puji bagi Allah swt yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan ‎hidayah-Nya serta menganugerahkan tetesan ilmu, kesehatan, dan kekuatan ‎sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Pokok-pokok ‎Ajaran Islam: Syari’ah dan Akhlak”.‎
          Dalam makalah ini, penulis mengalami kesulitan dalam mendapatkan ‎sumber-sumber materi penunjang yang dapat menunjang terselesainya makalah ‎ini. Akan tetapi hal itu bukanlah penghalang bagi kami untuk menyelesaikan ‎makalah ini, justru bagi kami itu adalah tantangan yang harus bisa dituntaskan ‎dengan cepat dan tepat. Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu ‎Wiwik Setiyani, M.Ag selaku dosen pengampu dalam penyusunan makalah ini.‎
          Namun demikian, disadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh ‎dari sempurana, baik ditinjau dari segi isi, metodologi penulisan, maupun ‎analisanya.Oleh karena itu, saran dan kritik penulis harapkan sebagai perbaikan ‎dari makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.‎


Surabaya, 05 November 2008‎



Penulis

Logo IAIN Sunan Ampel Surabaya (Berwarna)